Home
/
News

Gunung Merapi Meletus, Gemuruh Keras Terdengar Hingga Jauh

Gunung Merapi Meletus, Gemuruh Keras Terdengar Hingga Jauh
Mukhijab01 June 2018
Bagikan :

Gunung Merapi kembali meletus Jumat, 1 Juni 2018 pukul 8.20 pagi WIB.  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat erupsi  selama dua menit, ditandai keluarnya asap putih yang menjulang setinggi 7.000 meter mengarah ke barat laut.

Wartawan Pikiran Rakyat yang berjarak 14 km dari puncak Gunung Merapi dan warga sekitar kampus Universitas Islam Indonesia (UII) menyaksikan kepulan asap putih Gunung Merapi yang disertasi suara gemuruh sangat keras.

Sejumlah mahasiswa UII terutama para mahasiswa tampak ketakutan mendengar suara tersebut. Sebagian menangis sambil berteriak, "Aduh bagaimana nih. Kita kemana ya, takut," ujar seorang mahasiswi dengan muka pucat.

Lima menit usai letusan, BPPTKG mengeluarkan imbauan kepada warga sekitar Gunung Merapi maupun warga Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyiapkan dan memakai masker selama kegiatan di luar ruang.

Pengarah Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Sarwidi menyatakan suara gemuruh Gunung Merapi kali ini mengagetkan karena suaranya terdengar jauh sampai ke kawasan aman di lingkungan UII. "Saya kira tadi gempa biasa, eh ternyata Merapi erupsi," ujarnya.

Menurut dia, situasi kritis sesaat setelah Gunung Merapi meletus. Warga yang berada di daerah bahaya biasanya cenderung panik.

"Saat seperti ,ini peran petugas dan relawan penanggulangan bencana sangat strategis untuk mengarahkan bagaimana warga daerah rawan melakukan mitigasi," ujar dia.

Menurut Guru Besar Teknik Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, situasi Merapi seperti ini bisa dibaca sebagai siklus alam, seperti siklus empat tahunan. 

Kepala Pelaksana Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Yogyakarta Biwara Yuswantoro menyatakan, tidak ada pengungsian warga di kaki Gunung Merapi usai erupsi di wilayah Sleman.

 "Warga sempat berkumpul di lokasi titik kumpul. Karena situasi aman, warga pulang ke rumah masing-masing," ujar dia.

Peningkatan aktivitas Gunung Merapi telah terjadi sejak awal Mei 2018 ditandai gempa dan erupsi freatik. Sepekan sejak gunung di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu erupsi, BPPTKG meningkatkan status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada pada 21 Mei 2018.***

populerRelated Article