Home
/
Lifestyle

Duh, Tingkat Literasi Masyarakat Indonesia Terendah Kedua Sedunia!

Duh, Tingkat Literasi Masyarakat Indonesia Terendah Kedua Sedunia!
Wayan Diananto17 October 2018
Bagikan :

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Tahun ini, pemerintah Indonesia mengingatkan keluarga Indonesia terkait pentingnya memahami literasi gizi dan konsumsi pangan berkualitas agar kebutuhan gizi sekeluarga tercukupi. Untuk mencapai gizi seimbang, dibutuhkan literasi yang baik. Tujuannya, agar kita memahami kandungan nilai gizi makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sayangnya, tingkat literasi Indonesia masih memprihatinkan.

Data dari World’s Most Literate Nations menempatkan tingkat literasi Indonesia di urutan kedua terbawah yakni, peringkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Artinya, kesadaran masyarakat untuk membaca, mencari tahu, dan memahami informasi termasuk masalah gizi masih sangat rendah. Padahal data Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyebut Indonesia negara terkaya kedua di dunia dalam keragaman hayati.

"Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan. Potensi ini belum diimbangi dengan pola konsumsi masyarakat yang bervariasi, untuk pemenuhan gizi seimbang," terang Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi, Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor, Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD kepada tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

Ahmad menambahkan, "Manusia butuh zat gizi untuk energi harian, membangun, dan memelihara jaringan serta organ dalam tubuh. Ingat ujaran, you are what you eat! Penting untuk memahami kandungan nilai gizi dasar, takaran, dan proposi yang tepat dari makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Orang dengan literasi gizi yang baik akan menghitung kebutuhan gizinya, serta bijak dalam membaca label informasi pada makanan olahan yang dikonsumsi."

Karenanya Frisian Flag Indonesia mengajak masyarakat untuk cerdas mengonsumsi pangan melalui edukasi literasi gizi, menerapkan pola gizi seimbang, rutin mengonsumsi susu, serta menjalani gaya hidup aktif. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat literasi gizi dan pangan berkualitas.

"Dengan literasi gizi yang memadai, keluarga Indonesia dapat meningkatkan status gizi bangsa sekaligus membangun keluarga Indonesia yang kuat dan berkualitas," terang Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.

populerRelated Article