Home
/
Technology

Bos Huawei Gak Gentar dengan Pemblokiran di AS

Bos Huawei Gak Gentar dengan Pemblokiran di AS
Hani Nur Fajrina20 May 2019
Bagikan :

(Founder, CEO Huawei, Ren Zhengfei. Foto: YouTube CGTN)

Uzone.id -- Isu seputar terancamnya bisnis Huawei dari pasar Amerika Serikat sedang memanas lantaran berbagai perusahaan teknologi seperti Google, Qualcomm, dan Intel bakal kompak memblokir kerjasama mereka. Tampaknya, petinggi Huawei gak gentar menghadapi isu ini.

Pendiri merangkap CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan kepada media Jepang, perusahaannya siap menghadapi keputusan pemerintah AS. Tak cuma itu, Huawei juga mengatakan siap mengurangi ketergantungannya dengan perusahaan penyedia komponen teknologi asal AS.

“Kami telah mempersiapkan ini semua,” ucap Ren menanggapi isu ini yang bermula dari keputusan Presiden AS, Donald Trump yang memasukan Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist).

Ren juga menuturkan, Huawei bakal melanjutkan pengembangan komponen sendiri. Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini juga secara cepat memperluas teknologi 5G. Mengutip portal berita Nikkei, Huawei membeli komponen setara US$67 miliar tiap tahunnya, termasuk US$11 miliar dari pemasok asal AS.

Baca juga: Ponsel Huawei Terancam Gak Bisa Pakai Android Lagi

Dalam kesempatan terpisah, pihak Huawei Global juga telah menanggapi hal ini secara terbuka dan mengatakan akan terus mengembangkan ekosistem software demi pengalaman terbaik untuk para pengguna. Dengan kata lain, Huawei kemungkinan akan mengembangkan sistem operasi sendiri sebagai alternatif Android.

Sementara untuk prosesor, Huawei selama ini memang mengembangkan chipset sendiri, yakni Kirin. Jadi, jika perusahaan ini tampil tanpa rasa takut terhadap ancaman pemblokiran dari kerjasama berbagai macam bisnis di AS, rasanya masih wajar-wajar aja.

Sebelumnya, pemerintah AS juga telah membuat aturan agar badan eksekutifnya gak memakai perangkat keluaran Huawei. Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara barat memiliki rasa parno tersendiri terhadap Huawei karena dianggap menjadi perangkat mata-mata China.

“Kami tidak melakukan apa-apa yang melanggar aturan. Sudah bisa ditebak, pertumbuhan Huawei mungkin akan melambat, tapi hanya sedikit,” ucap Ren lagi.

Ren melanjutkan, “kami tidak akan mengubah manajemen kami untuk memenuhi permintaan AS atau menerima request pemantauan seperti yang telah dilakukan kepada ZTE.”

Baca juga: Qualcomm Sampai Intel Ikut-ikutan Blokir Huawei?

Terlepas tanggapan dari sang CEO, Huawei Global sebelumnya telah menekankan komitmennya kepada para pengguna mengenai produknya, khususnya pembaruan software, aspek keamanan, dan layanan purna jual -- termasuk produk sub-brand Honor.

Pemblokiran sistem operasi Android oleh Google terhadap perangkat Huawei ini bakal berdampak nyata bagi produk-produk Huawei di masa yang akan datang. Untuk ponsel dan produk Huawei yang sudah lebih dulu dirilis seperti P30 Pro dan lain-lain, bakal berjalan seperti biasa.

populerRelated Article