Home
/
Health

Bolehkah Anak Sarapan Telur Setiap Hari?

Bolehkah Anak Sarapan Telur Setiap Hari?
Adelia Marista Safitri31 March 2018
Bagikan :

Menu apa yang biasanya Anda siapkan untuk sarapan si kecil? Mungkin salah satunya adalah telur goreng, baik itu diceplok atau didadar. Selain proses penyajiannya yang mudah, ini bisa juga karena si kecil suka pilih-pilih makanan sehingga hanya ingin sarapan telur. Namun apa boleh anak makan telur setiap hari saat sarapan? Kira-kira baik untuk kesehatan atau justru sebaliknya, ya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kenali kandungan gizi dalam sebutir telur

Telur ayam adalah sumber protein hewani yang baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya, sebutir telur ayam mengandung zat besi, mineral, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi.

Menurut Pedoman Gizi Seimbang, dalam satu butir telur ayam dengan berat 55 gram mengandung 7 gram protein, 5 gram lemak, 75 kalori, dan 200 miligram kolesterol. Angka ini murni dalam satu butir telur mentah yang belum dilakukan proses pengolahan apapun yang bisa memengaruhi nilai gizi makanan.

Bila Anda menggunakan satu sendok makan mentega untuk menggoreng telur, maka Anda menambahkan 102 kalori, 11,52 gram lemak, 91 miligram natrium, dan 31 miligram kolesterol untuk sarapan anak Anda.

Lantas, bolehkah anak makan telur setiap hari di waktu sarapan?

Ada orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya mengonsumsi telur setiap hari, termasuk saat sarapan. Sebab ini dikhawatirkan akan membuat kadar kolesterol si kecil melonjak drastis akibat hobi makan telur, kemudian memicu gangguan atau penyakit serius pada di kecil.

Menurut buku pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI, pandangan ini justru keliru, apalagi bila diterapkan pada anak-anak di Indonesia. Pasalnya, kandungan total kolesterol dalam sebutir telur masih di bawah kebutuhan kolesterol anak per hari.

Anak-anak usia dua tahun ke atas dianjurkan untuk memenuhi asupan kolesterol harian sebesar 300 miligram per hari untuk menjaga kadar kolesterol tubuh pada tingkat yang sehat.

Jadi, bila satu butir telur mengandung 200 miligram kolesterol, maka anak hanya boleh makan telur sebutir dalam sehari agar tidak kelebihan asupan kolesterol. Sementara anak-anak berusia 8 sampai 12 bulan diperbolehkan untuk mengonsumsi tiga sampai empat butir telur dalam satu minggu.

Jadi, tidak ada yang salah saat anak makan telur setiap hari saat sarapan. Jika Anda melarangnya, maka si kecil kemungkinan akan kekurangan protein dan bisa berdampak pada kesehatan dan pertumbuhannya.

Boleh saja anak makan telur setiap hari, asal….

Anda boleh-boleh saja memberikan telur pada menu sarapan anak setiap hari. Bila sudah diberikan saat sarapan, maka hindari memberikan telur pada menu makan siang atau makan malam si kecil agar tidak kelebihan kolesterol.

Jangan lupa juga perhatikan proses pengolahan telurnya, pastikan telur dimasak dengan cara yang sehat. Hindari memasak telur dengan cara digoreng. Anda bisa merebusnya supaya tidak menambah kadar kolesterol pada telur.

Pastikan juga bahwa Anda telah memasaknya secara sempurna dengan suhu minimum 85 derajat Celcius minimal satu menit jika digoreng atau 70 derajat Celcius bila direbus.

Jika anak Anda hanya ingin makan telur saat sarapan, cobalah untuk menyajikan menu telur putih orak-arik. Pasalnya, bagian putih dalam sebutir telur mengandung 3,6 gram protein, 17 kalori, 55 gram natrium, dan tanpa kolesterol. Sajikan dengan irisan tomat, bawang bombay, dan sedikit keju untuk menambah nutrisi pada menu makanan si kecil.

The post Bolehkah Anak Sarapan Telur Setiap Hari? appeared first on Hello Sehat.

populerRelated Article