Home
/
Sport

Alexander-Arnold: Tak Ada Senyuman di Ruang Ganti Inggris

Alexander-Arnold: Tak Ada Senyuman di Ruang Ganti Inggris
Marini Dewi Anggitya Saragih29 June 2018
Bagikan :

Laga pamungkas Inggris di babak Grup G Piala Dunia 2018 berakhir antiklimaks. Bertanding melawan Belgia pada Jumat (29/6/2018) di Kaliningrad Stadium, Inggris justru menuai kekalahan 0-1. Hasil ini mencoreng raihan impresif Inggris di dua pertandingan grup sebelumnya. Melawan Tunisia, Inggris menang 2-1. Panama digulung dengan skor telak 6-1. 

Sebenarnya, Inggris melakoni pertandingan tanpa beban, sekalipun Belgia yang menjadi lawan. Kepastian lolos ke babak 16 besar sudah ada dalam genggaman Inggris sejak keberhasilan mereka menghantam Panama 6-1 di pertandingan kedua babak Grup G. Southgate tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Rotasi pemain menjadi tajuk utama di pertandingan ini.

Trent Alexander-Arnold menjadi salah satu pemain yang diberi kesempatan untuk turun lapangan di pertandingan melawan Belgia. Yang menyenangkan, pertandingan ini menjadi debut Alexander-Arndold dalam laga kompetitif bersama Timnas Inggris. Secara garis besar, Alexander-Arnold diserahi tugas untuk mengemban peran Kieran Trippier yang diistirahatkan kali ini. 

Bermain selama 79 menit, Alexander-Arnold membukukan 1 tekel, 3 intersep, akurasi umpan 88%, hingga 1 tembakan. Sayangnya, debut penggawa Liverpool itu tak berakhir menyenangkan akibat kekalahan yang harus ditanggung tim mereka. 

Melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2018 membuat Alexander-Arnold diperhadapkan dengan kemungkinan menghadapi tim-tim kuat yang sudah pernah mencicipi juara Piala Dunia seperti Brasil, Argentina, Spanyol, dan Prancis. Begitu pula dengan tim-tim kejutan seperti Meksiko, Swedia, maupun Jepang. Alexander-Arnold sadar betul dengan kemungkinan ini. Namun, sebelum laga melawan Belgia, ia tak mau menambah beban yang tak perlu.

Belgia sendiri tidak tampil semenyengat di dua laga sebelumnya. Serupa Inggris, sejumlah nama utama dibangkucadangkan di pertandingan kali ini. Namun, bila dibandingkan dengan Inggris, Belgia memang tampil lebih baik. 

Selain memenangi 59% penguasaan bola, tim besutan Roberto Martinez juga unggul dalam penyerangan. Di sepanjang laga, Belgia membukukan 14 tembakan yang satu di antaranya berbuah gol. Sedangkan Inggris, mencatatkan 11 tembakan tanpa satu gol pun.

Preview

"Kami tidak memfokuskan diri untuk memikirkan hal-hal macam itu sebelum pertandingan. Sekarang, kami kecewa dengan laga terakhir. Tak ada senyuman di ruang ganti, karena pada dasarnya kami ingin memenangi semua laga," jelas Alexander-Arnold, mengutip ESPN.

"Tim turun ke lapangan untuk melakoni pertandingan yang begitu ingin kami menangi. Pada kenyataannya, kami tidak berhasil memenanginya. Namun, kami tetap ada di babak 16 besar, dan masih punya kesempatan untuk memperbaiki segala sesuatunya."

"Belgia bertanding dengan mengendalikan possession. Kami bisa menciptakan peluang, tapi tidak berhasil memaksimalkannya. Belgia pada dasarnya punya satu kesempatan emas, tapi mereka berhasil mengubahnya menjadi gol yang bagus. Kami hanya bisa menyesali ketidaksanggupan kami memanfaatkan peluang. Namun yang terpenting, sekarang kami sudah keluar dari babak grup. Kami ada di 16 besar, yang merupakan tujuan tim ini," tutur Alexander-Arnold mengakhiri.

Status sebagai runner up Grup G mengantarkan Inggris pada pertandingan babak 16 besar melawan juara Grup H, Kolombia. Sesuai jadwal, pertandingan itu bakal digelar di Spartak Stadium pada Rabu (4/7/2018).

populerRelated Article