Home
/
News

20 Wisatawan Tersambar Petir

20 Wisatawan Tersambar Petir
Hilmi Abdul Halim29 June 2017
Bagikan :

Sedikitnya 20 orang tersambar petir di dekat objek wisata Panorama Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, Rabu 28 Juni 2017 petang.

Akibatnya, seorang di antara mereka tewas seketika dan korban lainnya mengalami luka hingga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Kepolisian Sektor Leuwiliang memperingatkan para pengunjung dan masyarakat setempat agar lebih berhati-hati. Menurut Kepala Polsek setempat Nyoman Suparta, lokasi tersebut belakangan kerap diguyur hujan deras disertai petir.

"Kejadiannya di luar lokasi Panorama Pabangbon. Mereka sedang berteduh di warung tak jauh dari sana saat terjadi hujan deras," kata Nyoman, Kamis 29 Juni 2017. Korban yang tersambar petir umumnya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan sesak nafas.

Petugas kepolisian dan warga setempat langsung membawa para korban ke RSUD Leuwiliang, termasuk korban meninggal dunia bernama Asep Setiawan (19). Nyoman menjelaskan korban jiwa mengalami luka bakar cukup parah di bagian dada, lengan, paha dan betis akibat tersambar petir.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Leuwiliang, Bambang, korban meninggal dunia diduga akibat kerusakan jantung. "Biasanya karena serangan listrik yang ditimbulkan petir mengganggu sistem jantung," katanya menjelaskan.

Hingga Kamis pagi, Bambang mengatakan korban sambaran petir di Pabangbon yang masih dirawat di RSUD Leuwiliang sebanyak tujuh orang. Setelah kejadian itu, para korban mendapat penanganan medis. Menurut dia, korban rata-rata mengalami luka bakar ringan di salah satu bagian tubuh.

"Tadinya ada delapan (orang yang dirawat), tadi (Kamis) pagi satu orang di antaranya pulang. Kondisi korban masih dalam observasi," kata Bambang. Di antara para korban yang dirawat, ada dua orang yang mengalami luka bakar terparah di wajah dan paha namun keduanya masih dalam kondisi bagus dan sadar.

Bambang menambahkan, luka akibat tersambar petir sifatnya seperti tersengat listrik sehingga tidak menimbulkan luka luar. Ia memastikan kondisi para korban kembali normal setelah diobservasi selama beberapa lama.***

populerRelated Article