Home
/
Travel

Jumlah Turis ke Indonesia Meningkat, Banyak dari Malaysia dan China

Jumlah Turis ke Indonesia Meningkat, Banyak dari Malaysia dan China
Birgitta Ajeng04 July 2019
Bagikan :

(Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata)

Uzone.id - Sekitar 6,37 juta turis dari berbagai negara mengunjungi Indonesia selama Januari-Mei 2019. Jumlah tersebut meningkat 2,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Demikian menurut siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima Uzone.id.

Jumlah wisman paling banyak tercatat berasal dari Malaysia, yakni 1,2 juta kunjungan atau 20,48 persen dari total kunjungan pada Mei.

Setelahnya, ada kunjungan wisman asal China yang tercatat masih cukup tinggi, yakni 882,9 ribu kunjungan atau 13,86 persen dari total kunjungan.

Baca juga: Pantai Kelingking Nusa Penida, Indah Tapi Dikeluhkan Banyak Orang

Selain Malaysia dan China, jumlah kunjungan wisman terbanyak berdasarkan negara asalnya berturut-turut adalah Singapura sebanyak 739,7 ribu kunjungan atau 11,61 persen.

Timor Leste menyusul dengan 506,3 ribu kunjungan atau 7,95 persen. Setelah itu, ada Australia dengan 483,9 ribu kunjungan atau 7,6 persen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menjadi indikator yang baik bagi sektor pariwisata di Indonesia.

Arief Yahya mengaku optimistis jumlah kunjungan bisa mencapai target 18 juta wisatawan hingga akhir 2019.

Baca juga: Kenapa Jendela Harus Terbuka Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat?

Di kesempatan berbeda, Kepala BPS, Suhariyanto, bicara soal naik turunnya jumlah wisman ke Indonesia. Hal itu disebabkan oleh pola musiman.

Ada indikasi penurunan jumlah wisman khusus pada Mei 2019. Hal itu teramati juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dimana jumlah wisman juga terlihat mengalami penurunan pada Mei 2019.

"Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2019 sejumlah 1,256 juta. Dilihat pattern-nya sama dengan tahun sebelumnya lebih karena seasonality yaitu bulan Ramadhan. Dan perlu diingat bahwa pada Mei 2019 Ramadhannya hampir full," ujar Suhariyanto.

populerRelated Article