Home
/
Film

Luar Biasa, Film 'Bumi Manusia' Raih Standing Ovation dari Penonton

Luar Biasa, Film 'Bumi Manusia' Raih <i>Standing Ovation</i> dari Penonton
Tomy Tresnady10 August 2019
Bagikan :

Para pemain film Perburuan dan Bumi Manusia saat gala premier di Surabaya Town Square. (Foto: Tomi Tresnady/Uzone.id)


Uzone.id - Film Bumi Manusia menghabiskan durasi hampir 3 jam saat pemutaran gala premier di Surabaya Town Square (Sutos), pada Jumat malam (10/8/2019).

Meskipun durasinya sangat panjang, pengamatan Uzone.id terlihat penonton sangat menikmati alur narasinya. Sesekali menangis dan juga tertawa.

Cerita dan juga gambar yang luar biasa di film 'Bumi Manusia', membuat penonton yang sebagian adalah wartawan tak segan memberikan tepuk tangan berdiri atau standing ovation secara spontan usai film berakhir. 

Hanung Bramantyo pun mengaku jika sepanjang kariernya sebagai sutradara film, baru pertama kali mendapat tepuk tangan berdiri.

Baca juga: Pesan Ketika Adipati Dolken Jadi Penghianat di Film 'Perburuan'

"Wah, baru pertama kali ini gila, dapat standing applaus. Tapi memang sebenarnya materinya memang begitu, materinya mengaduk-aduk perasaan, mengaduk-aduk rasa identitas bangsa, bangsa itu bukan soal nasionalisme, kita itu tanpa kita sadari Indonesia itu terdiri dari berbagai bangsa, bangsa Jawa, bangsa Sunda, bangsa Sumatera," tutur Hanung Bramantyo usai pemutaran Bumi Manusia.

Hanung mengatakan, meskipun dirinya menjadi sutradara namun bahan-bahan yang dipakainya tidak bagus maka film garapannya hasilnya tetap tidak bagus.

"Tapi kontennya ke sana, cuma tinggal ngegenjot aja. Apalagi sudah ditulis Salman Aristo, di mana dia teori 3 babak sangat paham banget. Ya sudah, dari novel dimasukkan sama Aris. Udah, gue dapat skrip yang bagus," ungkap Hanung.

Selain itu, menurut Hanung Bramantyo, film ini sebetulnya tidak melibatkan sejarawan yang dikontrak secara resmi. Dia dan Salman Aristo, masing-masing punya sejarawan pribadi.

"Dan, tadi aku bilang, kita sudah punya hasil riset dari Sang Pencerah, itu saja. Kita butuh sejarawan kemarin itu karena butuh konfirmasi saja," ungkap Hanung Bramantyo.

Sebelum 'Bumi Manusia' menjalani gala premier, film 'Perburuan' lebih dulu di putar pada jam 2 sore.

populerRelated Article