Home
/
News

Bakti Telkom untuk Dunia Pendidikan

Bakti Telkom untuk Dunia Pendidikan
indotelko.com02 May 2017
Bagikan :

Preview
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berupaya memberikan kontribusi positif demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Hal tersebut didasari keyakinan bahwa pendidikan merupakan pilar bagi peningkatan kemajuan dan daya saing bangsa.

Selain itu, Telkom juga menyadari bahwa mencerdaskan bangsa bukanhanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku bisnis,” kata VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo dalam rilisnya, Selasa (2/5).

Dikatakannya, sebagai BUMN yang memiliki komitmen untuk   turut serta mempercepat pembangunan bangsa, Telkom tidak hanya menjalankan operasional bisnis semata, tapi juga secara consisten turut serta berupaya meningkatkan kemajuan dan daya saing bangsa, khususnya melalui pendidikan.

Sedari awal Telkom menaruh perhatian khusus terhadap berbagai usaha yang bertujuan menciptakan generasi cerdas.

Keyakinan bahwa pendidikan mampu menjadi penggerak kemajuan dan daya saing bangsa mendorong Telkom untuk melakukan upaya-upaya untuk memajukan sektor pendidikan nasional, terutama melalui pendirian lembaga pendidikan yang berkualitas, penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah pengelolaan berbagai program pendidikan serta mempermudah para pelajar, mahasiswa, peneliti dan akademisi lainnya dalam memperoleh pengetahuan yang lebih luas.

“Telkom melihat masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Sebagai  perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sumbangsih Telkom terhadap dunia pendidikan antara lain dengan mempermudah akses masyarakat terhadap sumber-sumber pengetahuan dan mempersempit kesenjangan digital. Disamping juga mengembangkan lembaga pendidikan yang profesional dan berkualitas,” katanya.

Kesenjangan Digital

Kesenjangan digital dirasakan tidak hanya dalam kaitan paradoks kota besar dan kecil, kota dan desa, melainkan juga dalam suatu kota. Kesenjangan digital juga terkait dengan kesetaraan memperoleh peluang. Karenanya, Telkom secara sungguh-sungguh berupaya membantu  mempersempit kesenjangan itu.

Program Telkom untuk meretas kesenjangan digital, antara lain tergambar dalam program IndiSchool (Indonesia Digital School). Program pemasangan 100 ribu titik hotspot di sekolah-sekolah di Indonesia itu, bertujuan agar para murid dan guru mudah mengakses materi-materi pendidikan melalui internet. IndiSchool merupakan bagian dari program Indonesia WiFi, yaitu pemasangan 1 juta titik hotspot di seluruh Indonesia.

Wujud bakti Telkom untuk pendidikan Indonesia dimulai sejak pendidikan dasar dan menengah, diantaranya melalui penerimaan siswa baru secara online, juga layanan transparansi dunia pendidikan melalui Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAPonline).

Untuk Perguruan Tinggi program bakti Telkom diantaranya adalah program SiteVisit, magang-Coop, e-learning maupun e-journal. Selain itu, terdapat juga program Telkom Smart Campus Award (TeSCA) untuk potret tingkat penerapan ICT tiap kampus, serta Indigo Award untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa.

Telkom juga melakukan kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) di bidang pendidikan, antara lain melalui program Indonesia Digital Learning yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru di Indonesia khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar dengan memberikan apresiasi “My Teacher My Hero”.

Program CSR lainnya adalah penyediaan Pustaka Digital (PaDi) di berbagai pelosok negeri yang menyediakan akses bagi siswa maupun masyarakat terhadap beragam karya pustaka guna menumbuhkan minat baca dan meningkatkan pengetahuan masyarakat pada umumnya. Juga bantuan TIK di sekolah maupun madrasah, renovasi hingga pembangunan kembali gedung-gedung sekolah di lokasi bencana alam

Bagi para start up industri digital, Telkom menyediakan wadah khusus yang dikemas dalam Indonesia Digital Community atau Indigo. Melalui Indigo Telkom berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan dan edukasi industri kreatif digital. Untuk mendukung pengembangan karya-karya kreatif digital tersebut, Telkom mendirikan Digital Valley di beberapa kota seperti di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Jogja yang menyediakan fasilitas edukasi, advokasi, inkubasi bisnis, dan mengelola produk yang dihasilkan para teknopreneur/start up agar siap dikomersialkan.

Lembaga Pendidikan

Kepedulian Telkom terhadap dunia pendidikan di Indonesia selain dipicu oleh kebutuhan yang bersifat jangka pendek, juga didorong oleh visi jangka panjang untuk ikut serta memajukan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Salah satu bentuk dukungan Telkom untuk dunia pendidikan adalah mendukung pelaksanaan konsep pendidikan terintegrasi atau yang dikenal dengan nama One Pipe Education melalui pendirian Yayasan Pendidikan Telkom (Telkom Foundation), yayasan yang mengelola berbagai lembaga pendidikan usia dini, dasar, menengah serta pendidikan tinggi.

Saat ini Telkom memiliki Lembaga Pendidikan yang lengkap dari TK sampai Perguruan Tinggi. Tak kurang dari 53 lembaga pendidikan didirikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Tercatat lebih dari setengah lembaga pendidikan yang dikelolanya telah mendapatkan akreditasi A.

Akreditasi merupakan sebuah tolak ukur bagi lembaga pendidikan untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik. Diantaranya adalah Telkom University yang pada akhir 2016 lalu meraih Akreditasi A dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) senantiasa fokus pada pengembangan sistem penyelenggaraan yang terus dikokohkan dan ditingkatkan profesionalismenya. Dalam penggunaan sistem pengelolaan, seluruh kegiatan pendidikan yang dikelola YPT di seluruh Indonesia dilaksanakan secara online sehingga setiap keputusan maupun kebijakan dapat dilakukan secara cepat. Selain itu, YPT juga senantiasa mengawasi kualitas dari seluruh lembaga pendidikannya melalui audit secara berkala.

Begitu pula dengan pelatihan-pelatihan guna menambah wawasan sumberdaya manusia (SDM) pengelola seluruh lembaga pendidikan yang dikelola YPT. YPT juga mengembangkan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada semua lembaganya. Sehingga saat ini pendaftaran di setiap lembaga pendidikan YPT bisa dilakukan secara online dan dari mana saja serta sistem pengajaran pun sudah dalam bentuk digital.

Dengan menerapkan sistem yang professional dan melakukan penerapan TIK di setiap lembaga pendidikan yang dinaunginya, YPT mampu menuai berbagai macam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, Telkom University menjadi satusatunya kampus swasta di Jawa Barat yang mendapatkan akreditasi A dan Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom (ST3 Telkom) Purwokerto yang berhasil mendapatkan Peringkat Satu Sekolah Tinggi se-Jawa Tengah versi Webometrics Tahun 2017.

Lembaga pendidikan Telkom juga didukung dengan pengajar yang handal dan berkualitas, yang telah menorehkan berbagai macam prestasi   seperti menjadi kepala sekolah SMA terbaik di tingkat nasional, menjadi guru produktif SMK terbaik tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan sekolah berintegritas tingkat nasional. Sehingga dengan adanya pengajar yang berkualitas tersebut, diharapkan mampu melahirkan siswa yang berprestasi di tingkat nasional pada setiap tahunnya.

“Hingga saat ini strategi pendidikan yang dijalankan oleh Telkom adalah dengan mengembangkan dan menjangkau pelosok-pelosok Indonesia. Ekspansi lembaga pendidikan terus dilakukan, direncanakan dalam waktu dekat akan dibuka Telkom University National Campus (TUNC) di Surabaya serta di Ujung Pandang, kemudian dilanjutkan pembukaan SMK Telkom di Solo,” katanya.

Ditegaskannya, sebagai BUMN telekomunikasi milik negara dengan portofolio bisnis Telecommunication, Information, Media, Edutainment, dan Services (TIMES), Telkom akan terus meningkatkan komitmennya untuk memajukan dunia pendidikan di masa mendatang dalam rangka membangun masyarakat digital Indonesia melalui berbagai produk, layanan, maupun program yang khusus dirancang untuk memajukan dunia pendidikan, sehingga diharapkan peningkatan daya saing bangsa akan dapat terakselerasi.(wn)

populerRelated Article