Home
/
Health

Ada Benjolan Putih di Penis? Jangan Panik Dulu, Ini 7 Penyebabnya

Ada Benjolan Putih di Penis? Jangan Panik Dulu, Ini 7 Penyebabnya
Andisa Shabrina27 May 2018
Bagikan :

Sama seperti kulit di bagian lain dari tubuh Anda, kulit pada penis Anda rentan terhadap ruam, jerawat, infeksi dan kondisi lainnya. Benjolan putih di penis biasanya tidak berbahaya, tapi mungkin saja tanda dari suatu kondisi kesehatan tertentu. Apalagi jika Anda yang aktif secara seksual dan jarang menggunakan kondom, bisa jadi benjolan di penis yang berwarna putih ini gejala dari penyakit kelamin.

Berbahayakah benjolan putih di penis?

Persis seperti jerawat, benjolan putih ini umumnya muncul di area kulit yang banyak mengandung pori-pori, seperti wajah, dada, dan punggung, tetapi bisa juga terjadi pada penis, yang biasanya terdapat di pangkal atau batang penis.

Benjolan putih dapat muncul saat pori-pori tersumbat dengan minyak alami kulit yang disebut sebum, bersama dengan keringat dan kulit mati. Ketika bakteri masuk ke dalam pori-pori, bakteri dapat menyebabkan peradangan dan benjolan bulat kecil berwarna putih. Benjolan putih ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Apa penyebab benjolan putih di penis?

Karena cukup umum, benjolan putih di penis agak susah dideteksi penyebabnya. Namun dalam beberapa kasus, benjolan putih di kelamin pria ini bisa menjadi tanda awal dari kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan.

Berikut beberapa penyebab benjolan putih di penis yang sebaiknya Anda waspadai.

1. Pearly penile papules

Papula penis ini biasanya kecil, benjolan berduri yang biasanya terdapat di sekitar kepala penis. Belum diketahui apa penyebabnya, tetapi tidak memiliki gejala lain dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Benjolan ini terjadi pada hampir 48 persen pria, dan sering terjadi setelah pubertas.

2. Bintik Fordyce

Bintik-bintik Fordyce adalah tonjolan kecil berwarna kuning-keabuan yang terdapat di berbagai bagian tubuh. Umumnya, terdapat di bibir atau di dalam pipi, tetapi juga dapat terbentuk di sekitar kepala atau batang penis.

Bintik Fordyce adalah kelenjar minyak yang tidak memiliki folikel rambut, seperti kebanyakan kelenjar minyak lainnya. Ini mungkin disalahartikan sebagai gejala penyakit kelamin, tetapi tidak berbahaya dan biasanya tidak memiliki gejala.

3. Kelenjar Tyson

Kelenjar Tyson adalah kelenjar minyak kecil yang dapat terbentuk di kedua sisi frenulum, yaitu jaringan elastis yang menghubungkan kulup ke kepala penis. Kondisi kesehatan ini normal terjadi.

4. Rambut tumbuh ke dalam

Kondisi rambut yang tumbuh ke dalam bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk area kelamin. Hal ini terjadi ketika rambut tumbuh kembali ke folikelnya, akhirnya menimbulkan rasa gatal dan benjolan merah. Kondisi ini bisa menyakitkan atau membuat  tidak nyaman tetapi tidak serius.

Sebagian besar rambut yang tumbuh ke dalam akan hilang dengan sendirinya, api terkadang bisa menyebabkan infeksi. Anda dapat mengeluarkan rambut dari folikelnya menggunakan pinset yang diolesi dengan krim antibakteri supaya bersih.

masturbasi
Preview

5. Molluscum contagiosum

Molluscum contagiosum adalah infeksi kulit menular yang menyebabkan terbentuknya benjolan kecil dan keras pada kulit. Benjolan ini berbatas tegas, licin, menyerupai warna kulit, berbentuk seperti kubah dan ditengahnya terdapat lekukan yang berisi bintil putih yang disebut sebagai delle.

Mereka dapat terjadi pada atau di sekitar penis dan kadang-kadang bisa gatal. Kondisi ini sering hilang dengan sendirinya, tetapi dalam beberapa kasus, mungkin memerlukan perawatan menggunakan krim atau gel.

6. Lichen planus

Lichen planus adalah ruam benjolan berwarna ungu kemerahan yang dapat berkembang di mana saja pada tubuh, termasuk penis. Ruam dapat terasa gatal, nyeri dan tidak nyaman tetapi tidak selalu menyebabkan gejala apa pun.

Penyebab dari penyakit ini tidak diketahui tapi biasa muncul pada laki-laki yang menderita hepatitis C, penurunan sistem imun (penyakit imunitas) dan alergi terhadap obat-obatan. Kondisi ini mungkin memerlukan perawatan dengan krim steroid dalam jangka pendek.

7. Penyakit kelamin

Beberapa titik atau benjolan yang muncul pada penis disebabkan oleh penyakit kelamin dan akan membutuhkan perawatan. Beberapa penyakit kelamin tersebut antara lain.

Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah benjolan kecil berwarna putih yang biasanya muncul di batang atau kepala penis atau di mana pun kulit telah bersentuhan dengan infeksi. Namun, beberapa orang mungkin tidak mengetahui adanya infeksi ini pada dirinya.

Infeksi terjadi akibat kontak kulit dengan human papiloma virus (HPV) selama hubungan seksual. Kutil kelamin bisa hilang tanpa pengobatan, tetapi beberapa kasus memerlukan obat.

Perawatan untuk kutil kelamin mungkin melibatkan penggunaan krim untuk menghancurkan jaringan kutil, menjalani cryotherapy untuk membekukan kutil, atau kombinasi keduanya.

Sifilis

Sifilis dapat menyebabkan bisul putih atau merah di atau sekitar penis. Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh kontak dengan bakteri Treponema pallidum, yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Infeksi bakteri ini membutuhkan perawatan, yang sering kali berupa suntikan tunggal atau antibiotik jangka pendek. Jika tidak ditangani, ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Herpes genital

Herpes genital dapat menyebabkan lenting-lenting putih keabuan yang ada pada atau di sekitar penis. Penyakit kelamin ini disebabkan oleh kontak dengan virus herpes simplex (HSV), seringkali melalui kontak seksual.

Luka yang ditimbulkan dapat terasa gatal, mengganggu dan bisa menyebar ke area lain di tubuh. Obat antivirus bisa digunakan sebagai perawatan, tetapi virus tidak dapat disembuhkan.

Beberapa orang yang memiliki herpes genital tidak pernah mengalami gejala. Ketika gejala meletus, herpes genital umumnya menimbulkan bentuk luka seperti lepuhan yang dapat memiliki penutup abu-abu atau keputihan. Luka bisa gatal dan terasa panas seperti terbakar.

The post Ada Benjolan Putih di Penis? Jangan Panik Dulu, Ini 7 Penyebabnya appeared first on Hello Sehat.

populerRelated Article